Pendidikan Formal di Indonesia
Indonesia,negara yang telah lama merdeka sejak 1945. Kemerdekaan yang harus dibayar mahal dengan darah dan air mata. Indonesia lebih dahulu merdeka dibandingkan dengan mantan penjajahnya sendiri yaitu Jepang. Namun pertanyaanya kenapa kemajuan Indonesia sangat tertinggal dibandingkan dengan jepang yang berhasil bangkit dari keterpurukan setelah perang dunia? Salah satu faktornya ada pada sistem pendidikan. Menurut sejarah,ketika jepang di bom oleh sekutu yang mereka selamatkan pertama kali adalah para guru. Namun dalam sejarah,guru di Indonesia persis seperti lagu "Oemar Bakrie" milik musisi legendaris Iwan fals,yang dulu katanya gaji guru seperti dikebiri. Namun kalo kita lihat pendidikan di Indonesia diwarnai oleh banyak sekali kontroversi. Salah satunya yaitu yang menjadi landasan pendidikan di Indonesia pada saat ini yaitu kurikulum 2013. Sebenarnya kriteria manusia seperti apakah yang ingin di bentuk dalam pendidikan di Indonesia ini. Apakah manusia super yang memiliki intelektual yang tinggi,atau manusia yang sempurna yang mengetahui secara mendalam segala hal yang ada di dunia ini? Allah menciptakan manusia dengan berbeda-beda di dunia ini. Semua manusia di dunia ini spesial. Mereka mempunyai spesialisasi dalam salah satu hal atau yang biasa kita tau itu dengan sebutan passion. Semua orang yang mengenal dirinya sendiri maka mereka akan tau apa itu passion mereka. Namun pendidikan yang diberikan di Indonesia itu sangatlah global sehingga banyak sekali pelajaran yang tidak sesuai dengan passion peserta didiknya akan tetapi mau tidak mau mereka harus mendalami segala hal yang diberika oleh gurunya walaupun hal itu tidak sesuai dengan passionya. Mereka tidak punya pilihan lain selain dipaksa untuk menelan itu semua tanpa mau tau keadaan seperti apaka masing masing individu yang mereka beri makan dengan makanan yang sama setiap harinya. Akibatnya siswa tidak mempunyai spesialisasi dalam hidupnya,mereka hanya menjadi manusia rata-rata yang tidak mempunyai nilai jual lebih dalam dirinya. Akibatnya bagi siswa yang sudah menemukan passionnya mereka harus berani keluar dari zona nyaman mereka sebagai siswa normal di Indonesia. Mereka harus mengexplore sendiri passion mereka di luar pendidikan secara formal mereka. Yang seharusnya pendidika formal itu dapat menjadi media atau sarana untuk mendalami passion mereka namun yang terjadi malah sebaliknya,mereka yang mengejar passion mereka pendidikan formal malah menjadi salah satu penghalang dan penghambat bagi sebagian orang. Karena orang yang passionnya berada di luar pendidikan formal yang mereka enyam ketika mereka dalam sehari harinya tetap berada dalam pendidikan formal mereka akibatnya mereka akan dianggap sebagai orang yang Goblok,Gila,Nakal,dsb. Padalah dibalik itu,semua yang mereka lakukan adalah mereka menjadi diri mereka sendiri sesuai dengan passion mereka dan bila hal itu terus didalami maka akan menjadi hal yang luar biasa yang memiliki nilai jual yang sangat tinggi dalam kehidupan mereka tanpa harus menelan makanan yang seharusnya mereka makan dengan secukupnya saja tanpa harus menghabiskannya semua karena mereka tau tak akan mampu. Manusia diciptakan Allah dengan penuh keterbatasan,maka dari itu mereka tidak akan bisa menguasai semua hal. Mereka harus ada satu hal yang memang harus mereka dalami sebagai passion mereka,dan hal yang lain hanya sabagai penunjang saja "cukup tau" saja. Dan masih banyak sekali carut marut pendidikan di Indonesia yang lain. Semoga Indonesia lekas berbenah dan bisa segera bangkit dari keterpuruka ini, Amin...